Sounds like not a big deal, huh? But it is (for me). Hehe. History Bermula dari ketidaksukaan saya akan gonta-ganti sesuatu yang sebenarnya bisa dipakai berulangkali serta ketidaksukaan dalam pembelian sesuatu yang berulang-ulang padahal bisa dibeli sekali. Saya memiliki sebuah bolpen yang saya gunakan sejak semester 3 (sekitar tahun 2010). Awalnya, sahabat karib saya yang menggunakannya duluan dan bilang bahwa bolpen itu enak dipakai. Well , kenyataannya benar-benar enak walau tidak mengubah my-own-font (re: tulisan jelek saya) serapih Times New Roman. Saya pun membeli. Warna hitam. Tinta 0,5. Setiap hari saya menggunakan bolpen itu. Jika diperlukan tentunya. Saya sangat menjaga dan memperhatikan keberadaannya karena ketidaksukaan saya diatas. Suatu ketika saya lupa membawa pulang bolpen itu setelah belajar kelompok. Saya mengirim sms ke teman saya untuk menanyakan bolpen itu. Iya, ini agak tidak sopan tapi ah sudahlah, terlanjur terjadi. Untungnya, teman say...
Way of thinking, precious experiences and self-reminder of the writer. The power of writing is to eternalize an experience.