Skip to main content

Posts

Showing posts with the label Travelling

A Journey of Reflection to Waerebo

Waerebo, a Traditional Village in Manggarai-East Nusa Tenggara Remember the breathtaking view after a tough journey Perjalanan ke Waerebo adalah traveling yang tersulit bagi saya sejauh ini. Saya sangat menyukai jalan kaki. Jalan kaki adalah olah raga bagi saya yang jarang melakukan bentuk olah raga lain. Menurut saya, saya expert dalam hal jalan kaki karena bisa saya lakukan dalam waktu yang lama entah sendiri maupun bersama teman. Ketika mencari tahu tentang perjalanan ke Waerebo, saya rasa saya bisa karena saya expert dalam berjalan kaki. Ternyata saya salah. Jalan kaki dijalan mendatar jauh berbeda dengan jalan kaki dijalan menanjak selama 3,5 jam! Yep, I just knew it. Diantara teman-teman seperjalanan, saya paling sering lelah dan minta beristirahat dan carrier saya dibawa oleh guide . Tapi pulangnya ketika jalan menurun saya membawa carrier saya sendiri dan saya bangga hehe. Salah satu jobdesc saya ditempat saya bekerja adalah memfasilitasi refleksi...

The Three Colors Lake: Kelimutu

Kelimutu Lake Berbicara mengenai Flores, saya selalu memikirkan dua tempat ini: Danau Kelimutu dan Pulau Komodo. Saya bertekad untuk harus mengunjungi keduanya. Ternyata saya ditempatkan di kota yang hanya berjarak 2 jam dari Danau Kelimutu. Ketika ada kesempatan, saya pun mengunjunginya. Ada beberapa pilihan transportasi untuk bisa sampai ke sana yaitu menggunakan kendaraan umum atau menyewa mobil. Bisa juga dengan sepeda motor. Waktu itu ditanggal 22 November 2015, ada mitra dari NGO tempat saya bekerja sedang melakukan evaluasi sekaligus ingin mengunjungi Danau Kelimutu sehingga saya menemaninya karena saya juga belum pernah dan ingin kesana. Kami berangkat sekitar jam 07.00 karena tidak berencana untuk melihat sunrise disana. Perjalanan dari Maumere sekitar tiga jam. Lebih dekat kalau dari Ende yaitu sekitar 1 jam. Kelimutu terletak di Kabupaten Ende. Kami menyewa mobil dengan harga Rp. 800.000. FYI, di dekat Kelimutu ada tempat bernama Moni yang banyak ho...

Five Days in Labuan Bajo

“Travel whenever you can. It is important, exciting, invaluable, and liberating, to explore the world” Dua tempat yang sangat saya inginkan untuk kunjungi di Pulau Flores yang subur dan indah ini adalah Danau Kelimutu dan Pulau Komodo. Setelah beberapa bulan tinggal di Flores, barulah keinginan untuk mengunjungi tempat lain muncul karena ternyata tidak hanya dua tempat tadi saja yang keindahannya mengagumkan. Sebagai reward atas kerja (cukup) keras saya selama 8 bulan, saya berlibur ke Labuan Bajo, Manggarai Barat, NTT bersama teman-teman yang menyenangkan. Traveling sebagai reward ini penting untuk menyegarkan kembali pikiran, mengenal orang baru dan mendapatkan pengalaman yang berkesan. Saya membeli tiket dua minggu sebelum keberangkatan dengan harga yang cukup mahal karena waktu keberangkatan saya pada long weekend . Liburan selama 5 hari ini sangat berkesan. Day 1 Liburan yang menggembirakan ini dimulai dengan perjalanan menuju Labuan Bajo. Tidak ada pesawat...

The First Seven Month in Maumere

Kota kesekian di Indonesia yang saya kunjungi sekaligus tempati selama kurang lebih 2 tahun adalah Maumere. Jika mengikuti cerita saya sebelumnya (hehe), saya diterima disebuah International Non-Governmental Organization (INGO) atau yang biasa kita kenal dengan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM). Singkat cerita, saya ditempatkan di Area Development Program Sikka yang mana berkantor di ibu kota Kabupaten Sikka yaitu Maumere. Penempatan ini cukup menjawab keinginan saya untuk pulang setelah bertahun-tahun belajar di Jawa. Kenapa cukup? Karena sejatinya saya ingin kembali ke Timor namun ternyata masih dikasih kesempatan untuk belajar diwilayah lain. Tanggal 6 September 2016 saya mendarat dengan selamat di Bandara Frans Seda Maumere. Hal pertama yang dilakukan tentunya selfie di bandara dan mengupload ke instagram. Saya berproses untuk mengenal tempat-tempat, mengingat jalan ke kantor, tahu dimana gereja, dimana tempat membeli makan, membeli segala keperluan, dimana ATM dsb. A...

Pulau Tidore

When you want something, all the universe conspires in helping you to achieve it Paulo Coelho Selepas jam kerja hari ini, saya membuka blog tercinta ini dan mendapati banyak cerita belum dibagi. Terakhir saya berbagi tentang Pulau Hiri yang setelahnya ada beberapa cerita menarik (menurut saya) yang ingin saya abadikan melalui tulisan. Saya memulai dengan petualangan saya dan teman-teman ke Pulau Tidore pada tanggal 26 Juli 2015. Quote dari Paulo Coelho membuka tulisan ini karena itu benar terjadi. Pada awalnya, kami tidak memiliki weekend lagi yang dapat kami gunakan untuk mengunjungi pulau bersejarah ini. Saya sedih dan mulai merelakan bahwa keinginan untuk mengunjungi Ternate dan Tidore, seperti yang saya pelajari di SD GMIT Soe 2 bahwa Termate selalu berpasangan dengan Tidore, tidak lengkap. Diluar dugaan, Gunung Gamalama erupsi sehingga kegiatan Super Camp yang rencananya diadakan hingga tanggal 27 Juli itu ditunda ke bulan Agustus. Tidak dipungkiri kalau sa...

Cross the Sea to Hiri Island

Salah satu tugas selama magang dalam dua bulan terakhir ini adalah live in . Live in bertujuan untuk lebih mengenal masyarakat serta belajar dari mereka. Saya mendapat wilayah dampingan yang terletak di Pulau Hiri. Sejujurnya, saya belum pernah mendengar Pulau Hiri sebelumnya. Pulau ini berjarak tempuh sekitar 20 menit dengan menggunakan perahu kayu atau speed boat . Biayanya Rp. 5.000 untuk perahu kayu dan Rp. 10.000 untuk speed boat . I was so excited to go there! Perjalanan dimulai dengan menumpang perahu kayu setelah menunggu beberapa saat. Saat itu cukup bergelombang sehingga perahu sangat miring dan menjadi sejajar dengan air laut yang sangat biru dihari itu. Berasa naik kora-kora atau galleon dikehidupan nyata haha. Saya sedikit berdebar-debar walau menggunakan pelampung. Pada hari itu yang menggunakan pelampung hanya saya dengan seorang teman. Masyarakat belum menganggap pelampung itu perlu bahkan mereka menganggap laut dihari itu bukan (ber)gelombang tapi...

The 20 Minutes Flight to Ternate

Setelah sebulan, saya bersama keempat teman lainnya meninggalkan Buli-Halmahera Timur menuju Ternate. Ternate dulu merupakan ibu kota Provinsi Maluku Utara yang kini telah berganti ke Sofifi. Penerbangan dari Bandara Buli ke Bandara Sultan Babullah Ternate memakan waktu sekitar 20 menit. Ini merupakan penerbangan yang paling menyeramkan dalam sejarah perjalanan udara yang pernah saya alami. Pesawat yang kami tumpangi merupakan pesawat kecil yang beberapa kali bermanuver dan ini cukup menegangkan. Beberapa kali pesawat mengalami turbulensi. Saat akan mendarat, angin sangat kencang. Menurut informasi, cuaca di Ternate memang sering demikian. Pada waktu itu, pesawat tiba-tiba terhempas (karena angin yang sangat kencang tersebut). Para penumpang berteriak seketika. Saat itu saya teringat cerita seorang staf senior yang pernah terbang dengan sebuah pesawat yang dikemudikan oleh seorang pilot yang sesaat sebelum terbang, masih sempat latihan (terbang). Beliau kemudian ...