Skip to main content

Posts

Showing posts with the label Life Experience

August to January

Terakhir menulis diblog ini sekitar 5 bulan yang lalu tentang bagaimana pikiran saya terganggu dengan body shaming . Waktu berjalan, body shaming pun terus ada bahkan mungkin kadang saya tanpa sadar masih melakukannya. Tapi, tetap berusaha membentuk pikiran saya agar melihat tipe tubuh bukan sebagai bahan penghakiman. Sebulan sebelumnya, saya mengambil keputusan untuk melamar sebuah posisi di Pulau Timor setelah berefleksi dan berdiskusi dengan atasan saya yang sangat bijaksana, orang tua serta orang terdekat lainnya. Pada proses itu, saya menemukan bahwa saya akan meninggalkan zona nyaman saya baik dalam karir maupun pribadi. Saya meyakini bahwa saya sangat bertumbuh diposisi pekerjaan saya saat itu bersama atasan sangat menginspirasi saya dalam pengetahuan umum, pengetahuan mengenai organisasi dan kepemimpinan. Teman-teman kerja sangat mendukung dan saling menghargai walau hampir semua adalah staff dengan pengalaman kerja bertahun-tahun sedangkan saya dengan usia paling muda ba...

Guru TK yang Suka Ganti-Ganti Sepatu

Beberapa bulan yang lalu, saya mengikuti pelatihan Pola Asuh bagi staf di tempat saya bekerja. Pelatihan ini adalah salah satu yang paling menyenangkan dan sangat tidak membosankan. Fasilitator membawa suasana pelatihan dengan sangat fun dan banyak game . Materinya pun menyenangkan yang membuat saya teringat kembali tentang masa kecil. Salah satunya materi tentang cara meningkatkan perilaku baik anak yaitu dengan memuji sifat dan perilaku baik anak. Ini membawa saya flashback ke 19 tahun lalu ketika saya duduk dikelas 1 SD. Kala itu saya pulang dengan membawa selembar kertas dengan gambar salib yang sangat sederhana. Saya dengan bangga menunjukkannya kepada Bapa dan Mama. Bapa dan Mama memberi pujian bahwa gambar itu bagus dan garis-garis yang saya buat lurus. Well , selain karena saya pakai penggaris, mungkin gambar itu memang lurus dalam artian tidak terlalu ke kanan atau ke kiri. Yang saya ingat, saya sangat senang saat itu dan sepertinya saya menjadi percaya ...

Find the Face behind the Number

Posisi sebagai team support di sebuah NGO tempat saya bekerja membuat saya tidak terlalu banyak turun ke desa layanan kami. Saya lebih banyak berada di kantor untuk mengumpulkan data, membuat berbagai laporan ke berbagai tempat, memastikan monitoring intervensi di desa layanan berjalan dengan baik dan sebagainya. Jika team program membutuhkan support barulah saya turun ke lapangan atau ketika akan melakukan refleksi bersama mitra dan masyarakat. Suatu hari, saya merasa jenuh. Saya memutuskan untuk menunda pekerjaan di kantor dan ikut salah satu teman yang akan melakukan kunjungan ke salah satu registered children disalah satu desa layanan. Perjalanan ke desa tersebut kira-kita 1,5 jam. Sepanjang jalan menuju desa itu, kami tidak bertemu dengan satu kendaraan pun. Jalannya sempit namun beraspal yang masih bagus dengan pemandangan yang indah. Setibanya disana, kami pun mulai mencari rumah anak yang akan kami kunjungi. Tidak terlalu sulit untuk menemukan rumahnya....

Orang (yang) Sulit

Empat hari terakhir ini saya mengikuti pelatihan Stimulasi, Deteksi, dan Intervensi Dini Tumbuh Kembang Anak (SDIDTK) yang diadakan oleh NGO tempat saya bekerja bekerja sama dengan mitra kami. Teori-teori dalam pelatihan ini sungguh menarik dan bermanfaat yang membuat saya sadar bahwa menjadi orang tua itu butuh kesiapan karena membesarkan anak tidak bisa disepelehkan. Semua orang tua yang membesarkan anak dengan versi terbaik mereka itu luar biasa. Hari ini, dihari terakhir pelatihan, kami melakukan praktek disalah satu Polindes di desa layanan. Saya sekelompok dengan 2 orang tenaga kesehatan. Kami mendeteksi tumbuh dan kembang 2 orang anak berusia 4 bulan, sebut saja L dan anak berusia 4 tahun, sebut saja T. L berusia 4 bulan sehingga semua tahapan deteksi dibantu dan dijawab oleh ibu-nya yang terlihat masih sangat muda. L sangat koperatif, tidak menangis, walau digendong oleh ibu bidan (saya belum berani menggendong bayi) lalu ditidurkan telungkup dan telentang sebaga...

Children and Happiness

Pekerjaan saya memberi banyak alasan untuk bertemu dengan masyarakat, mitra (pemerintah, gereja, LSM lain, dll) terlebih anak-anak. Selalu ada hal menarik ketika pergi untuk mengunjungi masyarakat. Kali ini saya ingin berbagi beberapa cerita tentang anak-anak yang saya temui. Mulai dari anak pimpinan ditempat saya bekerja yang kadang main ke kantor. Dua anak perempuan ini biasanya datang disore hari dengan wajah segar sehabis mandi. Kedatangan mereka membawa kesegaran bagi para staf yang sudah lusuh setelah bekerja seharian. Bagi saya, mereka datang dengan membawa sukacita. Mungkin seperti inilah rasanya menemukan oase ditengah padang gurun. Rasa sukacita juga saya rasakan ketika menghadiri sebuah pameran sekolah disalah satu sekolah dasar di desa layanan kami. Diruang kelas 1, beberapa anak diberi tugas untuk menjaga stan-stan kecil dikelas tersebut. Menarik karena mereka menggunakan pakaian adat Sikka yang terlihat sangat anggun sekaligus menggemaskan. ...

The First Seven Month in Maumere

Kota kesekian di Indonesia yang saya kunjungi sekaligus tempati selama kurang lebih 2 tahun adalah Maumere. Jika mengikuti cerita saya sebelumnya (hehe), saya diterima disebuah International Non-Governmental Organization (INGO) atau yang biasa kita kenal dengan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM). Singkat cerita, saya ditempatkan di Area Development Program Sikka yang mana berkantor di ibu kota Kabupaten Sikka yaitu Maumere. Penempatan ini cukup menjawab keinginan saya untuk pulang setelah bertahun-tahun belajar di Jawa. Kenapa cukup? Karena sejatinya saya ingin kembali ke Timor namun ternyata masih dikasih kesempatan untuk belajar diwilayah lain. Tanggal 6 September 2016 saya mendarat dengan selamat di Bandara Frans Seda Maumere. Hal pertama yang dilakukan tentunya selfie di bandara dan mengupload ke instagram. Saya berproses untuk mengenal tempat-tempat, mengingat jalan ke kantor, tahu dimana gereja, dimana tempat membeli makan, membeli segala keperluan, dimana ATM dsb. A...

Enam Belas Hari di Halmahera Timur

Hari ini memasuki hari ke 16 di Buli bersamaan dengan puasa hari pertama. Buli merupakan ibu kota Kecamatan Maba, Kabupaten Halmahera Timur yang terletak di Provinsi Maluku Utara. Kabupaten Halmahera Timur baru berusia 12 tahun. Kondisi saya baik sejauh ini, masih bisa bertahan dengan segala keterbatasan. Tidak hanya keterbatasan, banyak juga hal-hal menarik yang saya temui. Pada umumnya pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat Halmahera Timur masih minim. Padahal daerah ini kaya akan sumber daya alam. Daerah ini adalah daerah tambang yang sempat ramai sebelum UU Minerba yang melarang mengekspor produk mentah. Oleh karena smelter belum dibangun maka beberapa perusahaan tambang tutup. Ini berdampak pada perekonomian masyarakat sekitar baik. Listrik hanya menyala dari jam 18.00-07.00 WIT bahkan selama satu minggu terakhir ini listrik padam 24 jam. Baru saja menyala tadi malam. Warga yang mampu membeli genset dapat menggunakan listrik dimalam hari namun kebanyakan warga tidak mamp...

Trip to East Halmahera

Thank You, God and WVI for making this real Setelah sebulan mengikuti magang di Jakarta, tibalah saatnya untuk MT WVI Batch 16 menjalankan kredo “pergi ke mereka” melalui praktek lapangan. Saya bersama keempat teman lainnya mendapat wilayah ADP Halmahera Timur dan Ternate. Perjalanan ini dimulai dari tanggal 02 Juni 2015 tengah malam. Oleh karena pesawat yang kami tumpangi terbang jam 05.00 maka kami memutuskan untuk begadang di bandara Soetta. A cup of coffee keeps me awake as usual. Sekitar jam 05.00 WIB lebih ditanggal 03 Juni 2015 kami terbang ke Manado setelah berlari-lari menuju pesawat karena sudah boarding kami masih antri check in sehingga hampir terlambat. Perjalanan ke Manado dari Jakarta ditempuh dalam waktu 3 jam. Perbedaan waktu antara Manado dan Jakarta adalah sejam sehingga kami mendarat di sana sekitar pukul 09.00 Wita. Manado menyambut dengan cuaca yang sangat cerah. Langit sangat biru. Taken in Sam Ratulangi Airport, Manado. Kembali ...